Belajar Cari Uang di Bisnis Online

Join FriendFinder - Find Your Special Someone!

21 Februari 2010

IDEALISME, VISI, MISI DAN ORIENTASI.

Visi adalah niat, pandangan ke depan, ataupun suatu “goal” tertentu yang hendak dicapai seseorang. Orientasi adalah suatu “kompas” proses yang dijalani seseorang pada suatu aspek kehidupan tertentu dalam hidupnya. Definisinya hampir “kabur” dengan definisi visi. Namun sebagai sedikit gambaran, bahwa Orientasi adalah “visi mini” yang menjadi pedoman untuk menggapai sebuah visi yang sebenarnya.
Visi biasanya dikaitkan dengan misi-misi. Suatu misi bersifat lebih riil jika dibandingkan dengan sebuah Orientasi. Ketika sebuah misi mendefinisikan langkah-langkah riil yang dilakukan untuk mencapai sebuah visi ataupun berupa target-target kecil yang menjadi parameter tarcapainya visi, maka bisa dikatakan Orientasi adalah “rambu-rambu” nya. Ya, “rambu-rambu” yang mengatur agar misi-misi yang dibuat tidak keluar dari visi yang juga telah dibuat.
Idealisme,Visi, Misi, dan Orientasi merupakan empat hal yang saling terkait. Idealisme bersifat lebih global dan mendasar. Ia memegang peranan penting dalam pembuatan sebuah orientasi yang nantinya dipakai untuk menuju visi yang telah ditentukan. Jangan lupa, orientasi tidak akan ada jika tidak ada suatu visi tertentu yang ingin dicapai, maka dibuatlah satu atau beberapa misi.
Dan yang terakhir, sebuah orientasi pada umumnya mudah saja untuk diubah, hal ini disesuaikan dengan visi-visi yang ingin dicapai serta Idealisme yang dimiliki oleh suatu organisasi / orang  yang bersangkutan.

SALAHKAH KITA MENJADI SEORANG IDEALIS..??!!

Oh, tentu tidak, sepanjang kita mampu berpikir jernih , bertindak taktis dan strategis. Yang hal ini kadang-kadang sulit untuk kita lakukan. Bukan sesuatu yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh mahasiswa, tapi untuk hal ini memerlukan jam terbang dan pengalaman yang memadai. Pengalaman dan Jam Terbang yang saya maksudkan adalah dapat diperoleh di Organisasi-Organisasi Mahasiswa baik Intra maupun Extra Universitair. (GMS) 
Di kalangan Non-Idealis, berpikir jernih dan bertindak taktis bisa disamakan dengan berpikir licik dan oportunistis. Batas antara idealis dan non-idealis sangatlah tipis bila dikaitkan dengan adanya “kepentingan-kekuasaan” atau munculnya “vested-interest” kelompok. Pepatah Jawa yang menurut Saya memiliki makna yang mendalam ; “ngeli tur ora keli”  kiranya dapat menjadi solusi bilamana kita harus menghadapi suatu pilihan tanpa harus mengorbankan seluruh idealisme kita. Jalan menuju idealisme itu bisa jadi bukan jalan aspal  yang halus mulus, sehingga kendaraan “akal” kita bisa berjalan dengan sempurna. Tapi bisa jadi jalan idealisme itu adalah sebuah jalan yang penuh dengan lubang dan gelombang. Saya bukanlah manusia sempurna yang selalu dengan mudah dalam melaksanakan idealisme, kadang harus kembali ke belakang beberapa langkah, dan akhirnya melesat jauh kedepan untuk mewujudkan cita-cita itu. Tapi itu semua tergantung anda…!!?? Idealisme mahasiswa dalam menjalankan peran dan fungsinya adalah sebagai Iron Stock, Moral Force, Agent of Change, dan Agent of Social Control.




 

PERLUNYA IDEALISME ORGANISASI GERAKAN MAHASISWA SURABAYA

Pengertian Umum :
Idealisme adalah suatu konsep yang diyakini oleh seseorang, yang mengatakan bahwa segala sesuatunya harus berjalan dengan ideal. Ideal di sini subjektif dipandang dari sisi orang yang bersangkutan. Idealisme dapat dibedakan menjadi dua pemahaman : Yakni Idealisme Positif serta Idealisme Negatif. Meski begitu, pada umumnya yang dimaksudkan dengan Idealisme adalah Idealisme Positif. Pada hakekatnya setiap manusia memiliki idealisme. Karena tidak ada manusia yang tidak mempunyai cita-cita, serendah apapun juga cita-cita itu. Idealisme dapat mengantarkan seseorang menjadi sukses atau sebaliknya dapat juga menjadi handicap untuk suksesnya seseorang.

Idealisme Positif :
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang manusia biasanya memiliki prinsip hidup yang dia pergunakan sebagai alat “benchmarking” terhadap apa yang dia hadapi sehari-hari. Kenyataan sebagai seorang mahasiswa , terutama bagi mahasiswa yang masa kuliahnya bersamaan dengan lahirnya era reformasi. Idealisme dan idealis adalah sesuatu yang seharusnya merekat kuat dalam kehidupan mahasiswa. Bila sesuatu yang tidak berpijak pada nilai-nilai moral, intelektual akademis dan nilai-nilai kebenaran yang universal, akan selalu kita kecam. Maka muncullah kata-kata idealis di era tahun 66-70 : Katakan hal itu “salah” ! Meskipun itu datangnya dari Guru Besarmu dan Katakan hal itu “benar” meskipun itu datangnya dari Musuhmu…!!!

Mewujudkan idealisme positif bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan. Sepahit apapun kenyataan di lapangan, idealisme itu harus tetap dipegang, karena apalah artinya hidup seseorang ketika tidak ada lagi idealisme yang dia pegang.
Apakah idealisme itu memang sesuatu yang harus dituntut? Bahkan menjadi sesuatu yang menuntut? Kalau begitu, susah banget rasanya hidup ini? Penuh dengan tuntutan yang mungkin tidak sesuai dengan kehidupan masa kini yang maunya serba instant dan pragmatis..???!!!! Jika kita mau sedikit merenung dan memahami pengertian idealisme yang merujuk pada “ide”, maka idealisme itu tentu saja tidak harus menjadi beban. Karena merupakan sesuatu yang datang dari diri kita sendiri. Bukan berasal sepenuhnya dari luar.
Mungkin kita sering mendapatkan pertanyaan seperti ini ”Idealis banget sih loe jadi mahasiswa?”  Sebuah pertanyaan dan sinisme yang sering kita temui dalam pergaulan. Belum lagi adanya suatu anggapan, “menjadi seorang idealis berarti banyak menambah musuh”  Yah, inilah yang sering terjadi dalam lingkungan kita dewasa ini. Di saat kita ingin mempertajam visi, misi organisasi, justru kita dibilang memperkeruh suasana. Di saat kita mempunyai niat untuk melakukan benah diri, mengkritisi suatu kebijaksanaan Pemerintah, di saat itu juga berbagai preseden bermunculan. Memang dalam realitas sedikit demi sedikit kita harus dapat berkompromi dengan keadaan dan kenyataan.  Konsekuensi untuk menjadi idealis memang berat di tengah-tengah dunia yang serba pragmatis.

 
 
Copyright 2009 belajar cari uang dari online. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree